Kabarbhayangkara.com/Aparatur Sipil Negara atau ASN tahun ini menjadi salah satu profesi yang terdampak ganasnya Covid-19.
Beberapa kebijakan dari pemerintah pusat membuat ASN harus gigit jari tahun ini.
Salah satu kebijakan yang kontroversial dan membuat kaget para ASN Indonesia adalah penundaan gaji ke-13 yang harusnya diterima pada bulan Juni.
Gaji ke-13 sendiri merupakan gaji yang dikhususkan untuk para ASN yang masih memiliki anak usia sekolah untuk mendaftar sekolah atau sekadar mendaftarkan ulang sekolah anak.
Untuk penanggulangan Covid-19 yang belum juga usai, Menkeu Sri Mulyani Indrawati sah akan menunda gaji ke-13 untuk dialihkan ke penanggulangan Covid-19.
Tak hanya itu saja, kemalangan yang dirasakan para ASN bertambah karena
Dikutip dari Kompas.com, para ASN selain tak bisa mudik juga dilarang mengambil cuti.
Hal itu sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 46/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.
“ASN dilarang mengajukan cuti dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPPK) tidak boleh memberikan cuti bagi ASN. Namun ada beberapa pengecualian,” terang Asisten Deputi Integritas dan Evaluasi Sistem Merit Kementerian PAN-RB Bambang Dayanto Sumarsono dalam keterangannya, Minggu (3/5/2020).
Pemberian cuti diterapkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.17/2020 ini adalah revisi dari PP No. 11/2017 mengenai Manajemen PNS dan PP No. 49/2018 mengenai Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
PPK instansi harus mengawasi ASN dalam pemberian cuti sekaligus memastikan ASN tidak melakukan pergerakan ke luar daerah dan/atau mudik.
Bila ada yang melanggar ketentuan ini, maka yang bersangkutan akan dijatuhi hukuman disiplin sesuai dengan PP No. 53/2010 tentang Disiplin PNS dan PP No. 49/2018 tentang Manajemen PPPK.
Tindak lanjut dugaan pelanggaran disiplin, seperti menentukan kategori, penyebab, tata cara, maupun mekanisme hukuman diatur sesuai masing-masing instansi.
Penjatuhan hukuman juga mempertimbangkan dampak bagi instansi, pemerintah, dan masyarakat.
“Penjatuhan hukuman disiplin bagi ASN yang bepergian keluar daerah tanpa izin maka dilihat dampaknya. Apakah untuk unit kerja apakah untuk instansi, pemerintah, ataupun masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan, pedoman penjatuhan hukum disiplin telah diatur dalam SE Kepala BKN No. 11/SE/IV/2020 tentang Pedoman Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi ASN yang Melakukan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Berdasarkan PP Disiplin PNS, ASN yang melanggar dapat memperoleh hukuman ringan hingga berat.
Pengelola kepegawaian diwajibkan melakukan entry data hukuman disiplin ini kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) BKN.















Equilibrado de piezas
El equilibrado constituye un proceso fundamental en el mantenimiento de maquinaria agricola, asi como en la fabricacion de ejes, volantes, rotores y armaduras de motores electricos. Un desequilibrio provoca vibraciones que aceleran el desgaste de los rodamientos, generan sobrecalentamiento e incluso pueden causar la rotura de los componentes. Para evitar fallos mecanicos, es fundamental identificar y corregir el desequilibrio de forma temprana utilizando metodos modernos de diagnostico.
Principales metodos de equilibrado
Hay diferentes tecnicas para corregir el desequilibrio, dependiendo del tipo de componente y la intensidad de las vibraciones:
El equilibrado dinamico – Se utiliza en componentes rotativos (rotores y ejes) y se realiza en maquinas equilibradoras especializadas.
El equilibrado estatico – Se emplea en volantes, ruedas y piezas similares donde es suficiente compensar el peso en un unico plano.
Correccion del desequilibrio – Se lleva a cabo mediante:
Perforado (eliminacion de material en la zona mas pesada),
Instalacion de contrapesos (en ruedas y aros de volantes),
Ajuste de masas de equilibrado (como en el caso de los ciguenales).
Diagnostico del desequilibrio: equipos utilizados
Para identificar con precision las vibraciones y el desequilibrio, se emplean:
Equipos equilibradores – Permiten medir el nivel de vibracion y definen con precision los puntos de correccion.
Equipos analizadores de vibraciones – Registran el espectro de oscilaciones, identificando no solo el desequilibrio, sino tambien otros defectos (por ejemplo, el desgaste de rodamientos).
Sistemas laser – Se usan para mediciones de alta precision en mecanismos criticos.
Las velocidades criticas de rotacion requieren especial atencion – condiciones en las que la vibracion se incrementa de forma significativa debido a fenomenos de resonancia. Un equilibrado correcto previene danos en el equipo bajo estas condiciones.