Kabarbhayangkara.com / Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan merespons permintaan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk membereskan pembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas market.
Hingga tahap ketiga, total sudah 24 kios PKL kosong yang ditertibkan. Saat ini, trotoar yang sebelumnya penuh dengan kios PKL kosong, kini tampak lebih lengang, sehingga pejalan kaki bisa lebih leluasa dan pertokoan bisa terlihat jelas dari Jalan Ahmad Yani.
Farhan mengatakan, pembongkaran kios PKL tersebut memang akan dibereskan karena lokasinya akan dijadikan koridor Bus Rapid Transit (BRT), namun pihaknya masih perlu melakukan sosialisasi kepada PKL.
Itu akan sedang dibereskan oleh kita, karena kita kan sedang membangun BRT. Tetapi kan dari awal sudah ada penolakan, maka kita ngobrol dulu, memang agak sulit karena itu yang membangunnya dulu adalah pemerintah kota,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (13/5/2026).
Selain pembongkaran kios PKL kosong, pembongkaran juga akan dilakukan terhadap kios PKL yang masih aktif. Namun, terkait hal ini akan dilakukan secara bertahap karena harus ada solusi yang diberikan kepada PKL.
“Kita bongkar satu-satu, saya sudah berpesan kepada teman-teman, para camat, lurah di kewilayahan beserta Satpol PP untuk melakukan pembongkaran, nanti untuk pembinaan usahanya oleh Dinas KUKM,” kata Farhan.
Farhan mengatakan, untuk PKL yang masih aktif akan diarahkan untuk berjualan online, sedangkan jika ingin relokasi akan para PKL tersebut akan diarahkan untuk berjualan di pasar atau di mall.
“Yang masih aktif itu akan kita arahkan masuk ke dalam marketplace digital. Kalau relokasi kan kita tawarkan untuk menyewa di pasar. Di pasar kan ada beberapa titik terutama BTM (Bandung Trade Mall), itu masih kosong dalamnya, masih bisa dimanfaatkan,” ucapnya.
Di sisi lain, Farhan memastikan akan membongkar lapak PKL di daerah lain seperti Sukajadi, Astanaanyar, dan Jalan Ibu Inggit Ganarsih agar wilayah tersebut bisa lebih rapi seperti daerah lain.
